Posted by Agasax | Posted in Liga Indonesia | Posted on Jumat, Desember 25, 2009
SOREANG - Delta Putra Sidoarjo (Deltras) layak disemati gelar tim jago kandang. Empat kali main di Gelora Delta, Sidoarjo, empat kali Deltras meraih kemenangan. Tapi, giliran main di kandang lawan, tim berjuluk The Lobster itu tak berdaya.
Setelah di dua laga away sebelumnya dikalahkan Persikad Depok (2-1) dan bermain seri (0-0) melawan Perikota Tangerang, kemarin sore, Deltras dipermalukan tuan rumah Persikab 3-0 dalam lanjutan Divisi Utama grup II di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung. Dua di antara tiga gol kemenangan Persikab dicetak Udo Fortune pada menit ke-2 dan 56?. Satu gol Persikab lainnya lahir dari sontekan Armar Abu pada menit ke-67.
Pelatih Deltras Nus Yadera ketika dihubungi tadi malam mengatakan timnya memang tidak bermain bagus. "Kami kecolongan gol-gol yang semestinya tidak perlu terjadi," kata Nus.
Pelatih asal Ambon itu juga menyesalkan timnya yang kecolongan di menit - menit awal. Saat dikalahkan Persikad, Deltras kebobolan di menit pertama. "Padahal saya sudah berkali-kali menginstruksikan pemain untuk konsentrasi penuh sejak peluit kickoff dibunyikan. Tapi ternyata mereka lengah lagi," kata Nus kesal.
Pelatih Persikab Suharno mengatakan puas dengan hasil yang ditorehkan anak buahnya. Menurut mantan pelatih Deltras itu, kemenangan ini adalah kerja keras pemain setelah dua kali kalah dan satu kali seri di laga away. Kemenangan dengan skor mencolok ini, lanjut Suharno akan mengembalikan mental bertanding anak timnya. "Saya salut pada semua pemain yang tampil bagus kali ini," ujar Suharno.
Dalam laga lain di grup yang sama, Mitra Kukar juga melempem saat melawat ke markas Persis Solo. Tim besutan Mustaqim itu takluk 0-1 di Stadion Manahan, Solo. Satu-satunya gol tuan rumah dicetak Ferry Anto Saputro pada menit ke-65 meneruskan free kick Nova Zaenal.
Sayang, kemenangan Persis atas Mitra Kukar kemarin sore dinodai kericuhan. Kedua tim merasa tidak puas dengan kepemimpinan wasit Suwandi. Persis maupun Mitra Kukar berulang kali melakukan protes pada pengadil lapangan. Puncaknya, saat wasit memberikan hadiah tendangan penalti bagi Mitra Kukar di menit ke-87. Tuan rumah dihukum penalti setelah stopper Ilham Ngadiyoto melakukan handball di kotak terlarang.
Keputusan itu langsung mendapat protes keras dari pemain Persis yang mempertanyakan keputusan tersebut. Hal serupa juga dilakukan penonton dengan melakukan lemparan botol air mineral ke lapangan. Bahkan Ketua Umum Persis F.X Hadi Rudyatmo dan segenap pengurus langsung mengintruksikan pada pemain untuk keluar dari lapangan. Nova Zaenal dkk diminta tidak melanjutkan pertandingan karena wasit menjatuhkan keputusan aneh.
Situasi lapangan mendadak ricuh setelah banyak botol air mineral dilempar ke dalam lapangan. Bahkan salah satu penonton berhasil lolos dan masuk ke lapangan untuk mengambil bola yang diletakan wasit di titik penalti.
Setelah melalui negosiasi dengan pihak terkait, akhirnya pertandingan kembali dilanjutkan. Gelandang Mitra Kukar Rahmad Wahyudi yang menjadi algojo sukses menjalankan tugas. Sayang, gol tersebut tidak disahkan wasit karena ada pemain yang masuk ke kotak penalti. Setelah diulang, tendangan Rahmad Wahyudi ditepis kiper Persis Johan Setiawan.
"Pemain saya minta keluar lapangan agar tidak melanjutkan laga tadi (kemarin). Penalti yang diberikan pada Mitra Kukar merupakan keputusan aneh. Saya lihat sendiri Ilham Ngadiyoto (stopper Persis) tidak handball, tapi bola ke dada, itupun tubuhnya dalam posisi tidak aktif," tegas Ketua Umum Persis F.X Hadi Rudyatmo.
Manajer Mitra Kukar Fahmi mengaku kecewa dengan kepemimpinan wasit. Sejak babak pertama pengadil lapangan tidak bekerja maksimal."Sejak awal banyak keputusan aneh dari wasit. Bahkan penalti pemain kami yang gol tidak disahkan dan harus diulang. Kalaupun penalti kedua masuk lagi, saya yakin wasit meminta mengulang lagi sampai tidak gol," keluh Fahmi pada Radar Solo (Jawa Pos Group) kemarin.(ali/agh/im/jpnn)
Setelah di dua laga away sebelumnya dikalahkan Persikad Depok (2-1) dan bermain seri (0-0) melawan Perikota Tangerang, kemarin sore, Deltras dipermalukan tuan rumah Persikab 3-0 dalam lanjutan Divisi Utama grup II di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung. Dua di antara tiga gol kemenangan Persikab dicetak Udo Fortune pada menit ke-2 dan 56?. Satu gol Persikab lainnya lahir dari sontekan Armar Abu pada menit ke-67.
Pelatih Deltras Nus Yadera ketika dihubungi tadi malam mengatakan timnya memang tidak bermain bagus. "Kami kecolongan gol-gol yang semestinya tidak perlu terjadi," kata Nus.
Pelatih asal Ambon itu juga menyesalkan timnya yang kecolongan di menit - menit awal. Saat dikalahkan Persikad, Deltras kebobolan di menit pertama. "Padahal saya sudah berkali-kali menginstruksikan pemain untuk konsentrasi penuh sejak peluit kickoff dibunyikan. Tapi ternyata mereka lengah lagi," kata Nus kesal.
Pelatih Persikab Suharno mengatakan puas dengan hasil yang ditorehkan anak buahnya. Menurut mantan pelatih Deltras itu, kemenangan ini adalah kerja keras pemain setelah dua kali kalah dan satu kali seri di laga away. Kemenangan dengan skor mencolok ini, lanjut Suharno akan mengembalikan mental bertanding anak timnya. "Saya salut pada semua pemain yang tampil bagus kali ini," ujar Suharno.
Dalam laga lain di grup yang sama, Mitra Kukar juga melempem saat melawat ke markas Persis Solo. Tim besutan Mustaqim itu takluk 0-1 di Stadion Manahan, Solo. Satu-satunya gol tuan rumah dicetak Ferry Anto Saputro pada menit ke-65 meneruskan free kick Nova Zaenal.
Sayang, kemenangan Persis atas Mitra Kukar kemarin sore dinodai kericuhan. Kedua tim merasa tidak puas dengan kepemimpinan wasit Suwandi. Persis maupun Mitra Kukar berulang kali melakukan protes pada pengadil lapangan. Puncaknya, saat wasit memberikan hadiah tendangan penalti bagi Mitra Kukar di menit ke-87. Tuan rumah dihukum penalti setelah stopper Ilham Ngadiyoto melakukan handball di kotak terlarang.
Keputusan itu langsung mendapat protes keras dari pemain Persis yang mempertanyakan keputusan tersebut. Hal serupa juga dilakukan penonton dengan melakukan lemparan botol air mineral ke lapangan. Bahkan Ketua Umum Persis F.X Hadi Rudyatmo dan segenap pengurus langsung mengintruksikan pada pemain untuk keluar dari lapangan. Nova Zaenal dkk diminta tidak melanjutkan pertandingan karena wasit menjatuhkan keputusan aneh.
Situasi lapangan mendadak ricuh setelah banyak botol air mineral dilempar ke dalam lapangan. Bahkan salah satu penonton berhasil lolos dan masuk ke lapangan untuk mengambil bola yang diletakan wasit di titik penalti.
Setelah melalui negosiasi dengan pihak terkait, akhirnya pertandingan kembali dilanjutkan. Gelandang Mitra Kukar Rahmad Wahyudi yang menjadi algojo sukses menjalankan tugas. Sayang, gol tersebut tidak disahkan wasit karena ada pemain yang masuk ke kotak penalti. Setelah diulang, tendangan Rahmad Wahyudi ditepis kiper Persis Johan Setiawan.
"Pemain saya minta keluar lapangan agar tidak melanjutkan laga tadi (kemarin). Penalti yang diberikan pada Mitra Kukar merupakan keputusan aneh. Saya lihat sendiri Ilham Ngadiyoto (stopper Persis) tidak handball, tapi bola ke dada, itupun tubuhnya dalam posisi tidak aktif," tegas Ketua Umum Persis F.X Hadi Rudyatmo.
Manajer Mitra Kukar Fahmi mengaku kecewa dengan kepemimpinan wasit. Sejak babak pertama pengadil lapangan tidak bekerja maksimal."Sejak awal banyak keputusan aneh dari wasit. Bahkan penalti pemain kami yang gol tidak disahkan dan harus diulang. Kalaupun penalti kedua masuk lagi, saya yakin wasit meminta mengulang lagi sampai tidak gol," keluh Fahmi pada Radar Solo (Jawa Pos Group) kemarin.(ali/agh/im/jpnn)













Comments (0)
Posting Komentar
SILAHKAN TINGGALKAN PESAN