Posted by Agasax | Posted in PPSM Sakti | Posted on Kamis, Januari 28, 2010
Magelang, CyberNews. Manajer PPSM Sakti Salafudin mengeluhkan semangat para pemain PPSM Sakti usai pencoretan 5 pemain. Jika sebelumnya mereka terlihat ngotot saat latihan, kini semangat mereka mulai kendor.
Seperti diketahui, manajemen PPSM Sakti mencoret Adi Cahyadi, Rastiawan, Bangun Permana, Nur Rochman dan penjaga gawang Yuda Andika karena dinilai tidak menunjukkan kontribusi yang berarti.
"Inilah problema kami. Mereka kemarin sangat bersemangat namun sekarang menurun. Harusnya mereka tetap penuh semangat meski hanya latihan. Ini harus dibenahi," kata Salafudin di sela-sela latihan di Stadion Abu Bakrin, Kota Magelang.
Manajer muda ini mengaku pihaknya belum puas dengan perkembangan para pemain cadangan. Meski sudah dilatih secara keras namun perkembangan mereka belum sesuai harapan. Saat uji coba lawan PSS Sleman beberapa hari lalu, perbedaan kualitas antara pemain utama dan cadangan terlihat mencolok.
"Dua gol yang bersarang di gawang kami murni kesalahan kiper. Bola yang sudah ditangkap mudah lepas sehingga gampang dimanfaatkan pemain lawan. Jika terjadi dalam pertandingan resmi ini sangat berbahaya," kata dia.
Padahal kualitas pemain lapis kedua seharusnya tidak beda jauh dengan pemain utama. Saat ada pemain utama absen, mereka harus bisa mengisi kekosongan posisi yang ada(www.suaramerdeka.com)
Seperti diketahui, manajemen PPSM Sakti mencoret Adi Cahyadi, Rastiawan, Bangun Permana, Nur Rochman dan penjaga gawang Yuda Andika karena dinilai tidak menunjukkan kontribusi yang berarti.
"Inilah problema kami. Mereka kemarin sangat bersemangat namun sekarang menurun. Harusnya mereka tetap penuh semangat meski hanya latihan. Ini harus dibenahi," kata Salafudin di sela-sela latihan di Stadion Abu Bakrin, Kota Magelang.
Manajer muda ini mengaku pihaknya belum puas dengan perkembangan para pemain cadangan. Meski sudah dilatih secara keras namun perkembangan mereka belum sesuai harapan. Saat uji coba lawan PSS Sleman beberapa hari lalu, perbedaan kualitas antara pemain utama dan cadangan terlihat mencolok.
"Dua gol yang bersarang di gawang kami murni kesalahan kiper. Bola yang sudah ditangkap mudah lepas sehingga gampang dimanfaatkan pemain lawan. Jika terjadi dalam pertandingan resmi ini sangat berbahaya," kata dia.
Padahal kualitas pemain lapis kedua seharusnya tidak beda jauh dengan pemain utama. Saat ada pemain utama absen, mereka harus bisa mengisi kekosongan posisi yang ada(www.suaramerdeka.com)













Comments (0)
Posting Komentar
SILAHKAN TINGGALKAN PESAN