Posted by Agasax | Posted in PPSM Sakti | Posted on Sabtu, Januari 02, 2010
Akhir-akhir ini di kalangan penggemar PPSM Sakti yang tergabung dalam Simo Lodro berkembang wacana untuk mengganti pelatih yang saat ini di duduki oleh Yusack Sutanto.Hal ini di sebabkan ketidakpuasan suporter terhadap kinerja team PPSM Sakti, karena sampai pertandingan ke-8 PPSM Sakti masih belum mampu meraih poin bila bermain di kandang lawan.Bahkan dalam beberapa pertandingan kalah lebih dari 2 gol.Produktivitas mencetak gol pun tergolong minim.PPSM Sakti hanya mampu mencetak 6 gol dan kebobolan 10 gol atau minus 4 gol.Lini depan yang di komandoi oleh Riski Novriansyah dan Martinez belum begitu produktif, hal ini sejalan dengan aliran bola ke depan yang di rasa kurang.Bahkan Martinez yang notabene pemain asing masih belum mampu mencetak gol.Tidak sebanding dengan harga yang di keluarkan.
Kembali ke permasalahan pelatih, para suporter ingin PPSM Sakti mampu berbicara bila bermain di luar kandang, bukan hanya jago kandang.Karena dari segi materi PPSM Sangat mendukung walau tidak bisa di bilang bertabur bintang seperti Pro Duta.Permainan di kandang dan luar kandang sangat berbeda jauh, PPSM Sakti bila bermain di kandang mampu menguasai permainan dan dengan mudah meraih poin tapi bila bermain di kandang lawan anak-anak PPSM seperti terbebani dan bermain sangat buruk.Kerjasama antar lini dan pressing terhadap pemain lawan tidak jalan sama sekali.Disini terlihat ketidakmampuan Yusack Sutanto dalam membangkitkan mental bertanding anak-anak Magelang bila di kandang lawan.Pertandingan besok tanggal 4 Desember melawan Deltras menjadi batas akhir bagi Yusack Sutanto untuk membuktikan kapasitasnya sebagai pelatih PPSM Sakti.Minimal 1 poin harus di bawa pulang jika ingin menmdapat dukungan anak-anak Simo Lodro dalam melatih PPSM Sakti.Sekali lagi kepada Pak Yusack Sutanto kami tegaskan anak Simo Lodro ingin teamnya tidak jago kandang tapi di luar kandang pun mampu meraih poin.
Kembali ke permasalahan pelatih, para suporter ingin PPSM Sakti mampu berbicara bila bermain di luar kandang, bukan hanya jago kandang.Karena dari segi materi PPSM Sangat mendukung walau tidak bisa di bilang bertabur bintang seperti Pro Duta.Permainan di kandang dan luar kandang sangat berbeda jauh, PPSM Sakti bila bermain di kandang mampu menguasai permainan dan dengan mudah meraih poin tapi bila bermain di kandang lawan anak-anak PPSM seperti terbebani dan bermain sangat buruk.Kerjasama antar lini dan pressing terhadap pemain lawan tidak jalan sama sekali.Disini terlihat ketidakmampuan Yusack Sutanto dalam membangkitkan mental bertanding anak-anak Magelang bila di kandang lawan.Pertandingan besok tanggal 4 Desember melawan Deltras menjadi batas akhir bagi Yusack Sutanto untuk membuktikan kapasitasnya sebagai pelatih PPSM Sakti.Minimal 1 poin harus di bawa pulang jika ingin menmdapat dukungan anak-anak Simo Lodro dalam melatih PPSM Sakti.Sekali lagi kepada Pak Yusack Sutanto kami tegaskan anak Simo Lodro ingin teamnya tidak jago kandang tapi di luar kandang pun mampu meraih poin.













Yo dirembug sing apik dab!