Posted by Agasax | Posted in Umum | Posted on Rabu, Januari 13, 2010
Inilah yang ditunggu-tunggu selama ini. GOAL.com akhirnya sukses mewawancarai Sergio van Dijk secara eksklusif, setelah mengejar striker Queensland Roar itu selama satu pekan terakhir.

Melalui percakapan via telpon seluler dengan pemimpin redaksi GOAL.com Indonesia Bima Prameswara Said, Sergio berbicara dengan nada tegas dan sangat ramah, ketika asyik beristirahat di kediamannya di kota Brisbane, Australia. Wawancara yang berlangsung selama 38 menit, 7 detik ini kami sajikan sepenuhnya, seutuhnya dalam dua bahasa - perhatikan huruf-huruf miring adalah dalam bahasa Inggris.
GOAL.com: Hi Sergio. Apa kabar? [How are you?]
SERGIO VAN DIJK: Kabar baik.
GOAL.com: Bagaimana kemampuan Anda berbahasa Indonesia? Apakah Anda menginginkan wawancara ini dalam bahasa Inggris
How is your Bahasa Indonesia? Would you like this interview in English or Indonesian?
SERGIO: Kalau saya pergi ke Indonesia, saya lebih banyak menggunakan bahasa Indonesia, tapi saya terakhir ke sana lebih dari dua tahun lalu, jadi saya sudah lama tidak berbicara dalam bahasa Indonesia. Di rumah bersama nenek saya [di Belanda], kami menggunakan dialek yang berbeda. Demi kelancaran wawancara ini, mungkin ada baiknya kita berbicara dalam bahasa Inggris.
Most of the time when I go to Indonesia, I will speak with my family in Indonesian, but I have not spoken the language since the last time I went there, which was over two years ago. When I am at home with my grandmother [in the Netherlands], we speak in another dialect. So for this interview to run smoothly, perhaps we could do it in English.
GOAL.com: Tidak ada masalah. Saya akan mulai dengan pertanyaan besar pertama. Benarkah Anda ingin membela tim nasional Indonesia?
No problem. I will start with the first, big question. Is it true that you want to play for the Indonesian national team?
SERGIO: Ya, itu benar. Tahukah Anda? Saya selalu memikirkannya. Tim nasional Belanda adalah untuk pemain yang memperkuat klub raksasa, seperti Arsenal, Barcelona dan Real Madrid. Bagi saya, hal itu tak bisa direalisasikan lagi sekarang, karena saya sudah berusia 26 tahun. Tapi itu bukan alasan utama saya ingin bermain untuk Indonesia. Saya memiliki ikatan kuat di sana, dengan latar belakang saya dan budaya Indonesia.
Yes that is true. You know, I always thought about it. The Dutch national team is for players who are with a really big club, like Arsenal, Barcelona and Real Madrid. As for me, that is not a reality now that I am 26 years old. But that is not the main reason why I want to play for Indonesia. I have a strong bond there, with my Indonesian background and culture.
GOAL.com: Tapi kenapa Anda baru memutuskan untuk menyatakannya sekarang? Kenapa tidak dari dulu?
But why did you decide to bring it up now? Why didn't you say all this years ago?
SERGIO: Karena dulu saya mendengar sedikit hal tentang sepakbola Indonesia dan para pemainnya, jadi sulit bagi saya untuk menjangkau sepakbola Indonesia dan melihat gambaran yang lebih luas. Saya tidak tahu ke mana harus pergi, jadi saya sempat berpikir bahwa saya tidak memiliki peluang. Saya tidak tahu siapa yang harus dihubungi, saya tidak tahu bagaimana caranya masuk ke tim Indonesia. Tapi sekarang saya sudah dekat ke Indonesia, jadi saya pikir akan lebih mudah bagi saya dan saya berharap pers bisa membantu.
Because back then we never heard anything much about Indonesian football or even the players, so it was difficult for me to reach out and see the bigger picture. I did not know where to go so I felt there was no chance for me. I did not know who to contact, I did not know how to get to the Indonesian team. But now that I am closer to the country, I think it will be easier for me and I hope that the press pick things up.
GOAL.com: Apakah Anda ingin bermain untuk Indonesia hanya karena Anda tidak bisa lagi menembus tim nasional Belanda?
Is it your desire to play for Indonesia only because you can no longer make the Dutch national team?
SERGIO: Tidak, tidak sama sekali. Saya mengatakan sebelumnya, saya memiliki koneksi yang bagus dengan latar belakang saya sebagai orang keturunan Indonesia. Nenek saya berasal dari Magelang, dan kakek saya dari Saparua, Maluku. Kami masih mempunyai saudara-saudara di Maluku dan Jakarta. Di Belanda, saya selalu bersama anggota keluarga saya dari Indonesia. Ini merupakan ikatan yang kuat, jadi bermain untuk Indonesia adalah suatu kehormatan.
No, not at all. As I said earlier, I really have a good connection with my Indonesian background. My grandmother is from Magelang [Central Java], and my grandfather is from Saparua, Maluku. We still have family members in Maluku and Jakarta. In Holland, I am always with my Indonesian family. It's a strong bond, so playing for Indonesia would be an honour.
GOAL.com: Saat ini Indonesia kekurangan power di lini depan dan rekor mencetak gol sangat minim. Jutaan fans berharap Anda menjadi sumber utama gol-gol Indonesia. Apakah Anda siap dengan beban seperti itu?
At the moment Indonesia seem to lack power up front and have a drought goalscoring record. Millions of fans are hoping to see you become the main source of goals for Indonesia. Are you ready for such a burden?
SERGIO: Ya, tentunya. Saya selalu berupaya melakukan yang terbaik dan menunjukkan kemampuan saya, jadi ini merupakan tekad yang besar dan saya tidak tahu sejauh mana keinginan saya bisa tercapai dan saya tidak tahu banyak tentang peraturan [dalam sepakbola Indonesia]. Saya tidak merasakan tekanan apapun, saya hanya ingin memenuhi hasrat saya. Orang-orang akan langsung berharap saya mencetak gol banyak, itu hal yang normal dan saya berusaha melakukan yang terbaik di manapun saya berada.
Yeah of course. I always want to do my best and show what I'm capable of, so it's a huge desire of mine and I don't know how far this can be accomplished and I don't know much about regulations [in Indonesian football]. I do not feel any pressure, I just want to fulfil my desire. Straight away people will hope I score goals, that's normal and I try to do my best anywhere I am.
GOAL.com: Hingga sekarang, apakah salah seorang dari PSSI
Up until now, has anyone from the Indonesian FA or a local Indonesian club contacted you?
SERGIO: Tidak.
No.
GOAL.com: Warganegara Anda adalah Belanda. Ketua umum PSSI [Nurdin Halid] meminta pemain-pemain di luar negeri untuk menjadi warganegara Indonesia supaya memenuhi syarat untuk bermain dalam skuad timnas. Apakah Anda siap untuk menjadi WNI?
Your nationality is Dutch. The Indonesian FA chief [Nurdin Halid] has asked that players abroad must hold Indonesian citizenship in order to qualify to play for the squad. Are you ready to become an Indonesian citizen?
SERGIO: Ya, kami belum meninjau sejauh itu tapi saya ingin mendapatkan tempat di Indonesia. Pertama, saya harus meneliti segala kemungkinan karena hal itu penting buat saya. Sekarang saya mempunyai keluarga, dalam waktu dekat ini pacar saya Laura akan melahirkan anak pertama kami, pada bulan Mei. Jadi saya tidak bisa lagi memikirkan diri sendiri. Saya harus memikirkan konsekuensi untuk saya, sepakbola saya dan juga kehidupan keluarga saya. Belanda adalah tempat kelahiran saya dan tempat saya dibesarkan, jadi ini bukan keputusan mudah. Saya harus berpikir jernih.
Yeah, we didn't do research that far but I will like to try to get my place in Indonesia. First I have to do research on that because it's important for me. I have a family now, soon my girlfriend Laura will give birth to our first child, in the month of May. Therefore I can no longer think for myself. I have to think about consequences for me, for my football and my family life. The Netherlands is where I came from, where I was born and grew up in, so it's not an easy choice. It's something I must think clearly.
GOAL.com: Apakah kewarganegaraan ganda akan lebih mudah buat Anda?
Would a dual citizenship make things easier for you?
SERGIO: Ya, kewarganegaraan ganda pastinya akan lebih mudah.
Yes, a dual citizenship would certainly make things easier.
GOAL.com: Anda sekarang berusia 26 tahun. Apakah suatu saat nanti, Anda dapat mempertimbangkan untuk memperkuat salah satu klub Superliga Indonesia?
You are now 26 years old. Would you consider playing for an Indonesia super league club later in your career?
SERGIO: Hahaha. Sewaktu-waktu dari Belanda, saya akan pergi ke Indonesia untuk berlibur. Biasanya saya akan ke Bali, Maluku dan Jakarta. Saya ke sana terakhir kali sekitar dua tahun lalu untuk berlibur, dan saya mellihat Indonesia mengalahkan Jamaika [dua gol Bambang Pamungkas, Indonesia menang 2-1 pada 21 Juni 2007]. Saya ditanya oleh salah satu saudara, apakah Anda ingin bermain di Indonesia? Saya jawab ya, mungkin suatu saat bisa tercapai. Masalahnya, saya tidak memiliki kontak, saya tidak memperoleh informasi tentang sepakbola Indonesia.
Hahaha. Time to time from the Netherlands, I would go to Indonesia on holidays. Usually I would go to Bali, Maluku and Jakarta. I went there about two years ago on holiday, and I saw Indonesia beat Jamaica in Jakarta [two goals from Bambang Pamungkas, Indonesia won 2-1 on 21 June 2007]. I was asked by someone in my family, would you like to play in Indonesia? I said yes, perhaps that is a possibility. The problem is, I don't have contacts, not much information about Indonesian football.
GOAL.com: Anda mengenal siapa saja yang bermain bagus di timnas Indonesia?
Who are you familiar with that you think play well in the Indonesian team?
SERGIO: Saya mengenal Bambang [Pamungkas], kemudian ada Elie Aiboy. Ada satu pemain lagi tapi saya lupa namanya, bisa bantu?
I'm familiar with Bambang [Pamungkas], and then there's Elie Aiboy. There's also one other player. I forgot his name buat can you help me?
GOAL.com: Budi Sudarsono? [Talaohu Abdul] Musyafry? Boaz Salossa?
SERGIO: Ah, ya itu dia, Boaz. Dia pemain yang sangat bagus. Saya bertemu dia di Jakarta dan saya dapat tandatangannya untuk selendang (scarf) Indonesia punya saya. Hahaha.
Ah, yes. Boaz. He is a very good player. I met him in Jakarta and I got him to sign my Indonesian scarf. Hahaha.
GOAL.com: Dalam pertandingan melawan Australia, menurut Anda apa saja yang perlu diperbaiki dalam timnas Indonesia?
In the match against Australia, what do you think needs to improve for the Indonesian team?
SERGIO: Saya pikir Indonesia mampu bermain sangat cepat dan gaya permainannya positif. Tapi saya pikir kekurangannya adalah mencetak gol, dan pemain-pemain Indonesia rata-rata tidak memiliki postur badan tinggi. Tapi selama dua tahun terakhir sejak pertandingan melawan Jamaika, saya melihat banyak peningkatan. Sepakbola nasional dituntut untuk mencetak gol banyak, dan jika saya bermain untuk tim ini, saya bisa bantu karena saya pikir mereka akan mendapatkan tambahan tenaga di depan.
The thing is, Indonesia has a lot of speed and they can play quickly. I think they have a positive playing style. But I think what they are missing is the goal scoring and Indonesians don't have many tall people. But during the past two years since the Jamaica match, I notice they really improved. National football is all about scoring goals and if I can play in the team, I can help because I think they will have an extra option up front.
GOAL.com: Mohon ceritakan sedikit tentang kisah perjalanan Anda ke Australia.
Please tell me a bit about how you got to Australia.
SERGIO: Dalam sepakbola, semuanya harus ada koneksi, dan juga bagaimana bagusnya Anda bermain. Queensland Roar didirikan oleh orang-orang Belanda pada tahun 1960-an, dan mereka memiliki koneksi di Belanda dan bertanya-tanya tentang pemain yang tersedia. Saya ke sana untuk diuji selama tiga minggu. Setelah satu pekan, mereka memberitahu saya bahwa mereka ingin mempertahankan saya.
In football, everything is about connections and how well you play. Queensland Roar were originally formed by Dutch people. The club were built by Dutch immigrants in Australia in the 1960's and they have connections in the Netherlands and asked around for players. I went for a trial for three weeks. After one week, they told me they would like to keep me.
GOAL.com: Apakah Anda ingin kembali bermain di Eropa di masa mendatang?
Do you still want to return and play in Europe in the future?
SERGIO: Saya ingin bermain di manapun saya bisa. Anda tak pernah tahu bagaimana masa depan saya. Saya melakukan semua hal satu per satu dan melihat segala kemungkinan, semuanya tentang kesempatan yang ada. Saya akan senang untuk melihat peluang saya di negara lain, dengan budaya yang berbeda.
I want to play wherever I can. You never know where my future will end up. I take things one step at a time and look at all possibilities, the game is all about opportunities. I would love to look at chances in other cultures, in other countries.
GOAL.com: Hal-hal apa saja yang Anda ketahui secara luas tentang Indonesia? Budaya, tempat-tempat, makanan?
What things do you know well about Indonesia? Culture, places, food?
SERGIO: Saya mencintai makanan Indonesia. Nenek saya biasanya memasak nasi goreng, dengan sayur buncis, beliau memasak banyak makanan Indonesia - sate ayam, sate babi, saya sungguh menyukainya. Saya juga tahu bahwa Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar, pulaunya ada ribuan. Ayah saya orang Belanda, tapi ingin tinggal di Indonesia. Ketika kami ke Indonesia, beliau tidak ingin pulang. Kami punya rumah kecil di Bali dan mereka ingin tinggal di sana. Saya memiliki pengetahuan yang sewajarnya tentang Indonesia. Kami melihat sejarah dan budaya Indonesia, dan semuanya membuat saya sangat bangga.
I love Indonesian food. My grandmother usually cooks nasi goreng [fried rice], with sayur buncis [stringbean], she cooks a lot of Indonesian meals - sate ayam [chicken satay], sate babi [pork satay], I really like it. I also know that Indonesia is the most populous muslim country, has thousands of islands. My dad is Dutch but he wants to live in Indonesia. When we came to Indonesia together, he didn't want to go back home. We have a small house in Bali and they want to live there. I have a fair knowledge of Indonesia. We look at the history and culture in Indonesia and it is something I am extremely proud of.
GOAL.com: Anggota keluarga yang masih di Jakarta ada siapa saja?
Which family members do you have that are currently living in Jakarta?
SERGIO: Saya mempunyai famili dari sisi nenek saya. Ibunya meninggal dunia beberapa tahun lalu di Bandung. Kakak-adik nenek saya masih di Jakarta. Sebenarnya, nenak saya ke sana tiga minggu lalu. Adik laki-laki nenek saya, Paul, mempunyai afiliasi dengan asosiasi tenis Indonesia.
I have family from my grandma's side. Her mom passed away a few years ago, she lived in Bandung. My grandma's brothers and sisters are still in Jakarta. Actually my grandma was there three weeks ago. My grandmother's younger brother, Paul, is affiliated with Indonesia's tennis association.
GOAL.com: Anda butuh waktu untuk beradaptasi dengan Queensland Roar, dari satu gol dalam sepuluh laga, kemudian sepuluh gol dalam sepuluh laga. Apa rahasia Anda untuk menjadi striker yang sukses?
It took you a while to adapt with Queensland Roar, from one goal in ten matches, then ten goals in ten matches. What is your secret to being a successful striker?
SERGIO: Saya selalu yakin saya bisa cetak gol banyak. Setiap striker, dari level manapun, bahkan
I always know that I can score goals. Every striker, no matter what level, even Ruud van Nistelrooy, have periods where they don't score a lot, but then have times where they do score a lot. After a while when I get used to living in Australia, here the climate is different, sometimes very humid, I regained my confidence. As you know, I had no holidays after being with FC Emmen from Dutch competition to Queensland. So I was very tired at first, but then I became confident, and went on and on. Now I have scored 12 goals in 21 games.
GOAL.com: Pelatih Indonesia Benny Dollo telah memasukkan daftar 50 pemain ke AFC untuk kualifikasi Piala Asia 2011. Bagaimana perasaan Anda terhadap hal ini? Apakah Anda merasa daftar itu bisa berubah?
Indonesia coach Benny Dollo already submitted a list of 50 players to AFC for the Asian Cup 2011 qualifiers. How do you feel about this? Do you think that list can change?
SERGIO: Ya, saya akan senang bila semuanya bisa diatur. Jika saya bisa bermain untuk Indonesia, saya akan sangat senang. Lebih cepat akan lebih baik. Jika saya bisa main di kualifikasi Piala Asia, itu lebih baik. Kalau tidak, saya bersedia menunggu. Jika kemungkinan itu ada, saya akan senang sekali.
Yeah I would like that if everything can be arranged. If I play for Indonesia, I can be very happy. The sooner the better. If I can play in the Asian Cup qualifiers, that would be better. Otherwise, I can wait. If the possibility is there, I am going to be extremely happy.
GOAL.com: Klub apa saja yang Anda dukung?
Which clubs do you support?
SERGIO: Di Inggris, saya dukung Arsenal karena [Robin] van Persie memberikan banyak kepada tim. Di Spanyol, saya mendukung Real Madrid karena banyak pemain-pemain Belanda di sana.
In England I support Arsenal because [Robin] van Persie brings so much to the team. In Spain, I support Real Madrid because they have lots of Dutch players in the team.
GOAL.com: Skuad Indonesia baru memainkan laga kualifikasi berikutnya pada November di kandang Kuwait, tapi Benny Dollo sudah menyiapkan beberapa ujicoba sebelum pertandingan tersebut. Salah satu di antaranya adalah melawan
The Indonesian squad will not play their next qualifier until November, but Benny Dollo has lined-up a few friendlies until that next match at Kuwait. This includes a
SERGIO: Ya tentunya, hahaha. Saya akan merasa sangat gembira, pertama karena saya senang bisa bermain untuk Indonesia, kemudian mencetak gol melawan kiper nomor satu Belanda adalah hal yang menakjubkan. Saya rasa hal itu adalah mimpi yang menjadi kenyataan!
Yeah of course, hahaha. I would feel very great, first because I am happy that I am playing for Indonesia, then to score against the number one Dutch keeper would be a great feeling. It would be a dream come true!
GOAL.com: Ibu Anda menamakan Anda setelah pemain favoritnya di Piala Dunia 1982: bintang Brasil Serginho Chulapa,
Your mother named you after her favourite player in World Cup 1982: Brazilian star Serginho Chulapa, also known as Sergio Bernardino. How much influence does your parents have on your career?
SERGIO: Ya, ayah saya adalah pemain yang sangat bagus di Belanda, tapi tak pernah menjadi pemain profesional. Ia dibesarkan untuk 'bernafas' sepakbola. Kami selalu bermain di sekolah, di rumah, dan saya dilatih oleh ayah saya. Mereka tak pernah memaksa kami. Saya dan adik saya, setahun lebih muda dari saya, selalu bermain. Ia bermain di klub amatir karena telah memilih karir lain. Saya dan adik saya selalu berlatih. Ibu saya selalu menginginkan saya menjadi pemain profesional dan menjadi yang terbaik. Beliau selalu meminta saya
Yeah, my father was a very good player in the Netherlands but never made professional. He grew up breathing football. We always play at school, at home, and I trained with my dad. They never pushed us. Me and my brother, a year younger than me, always played. He played in an amateur club because he has chosen a different career. Me and my brother always practiced. My mom always wanted me to be a pro and be the best. She always wanted me to focus. She told me, 'If you really want it, you must be committed to the game.'
GOAL.com: Bagaimana optimisme Anda untuk mengangkat trophy bersama Queensland pada akhir bulan ini?
How optimistic are you about Queensland lifting the trophy at the end of the month?
SERGIO: Saya memiliki perasaan yang bagus mengenai musim ini. Saya pikir kami bisa mencapai grand final. Saya menyadari, masih ada pertandingan leg kedua di kandang kami melawan Central Coast. Jika kami mempertahankan keunggulan 2-0 [dari pertemuan pertama], kami masih ada final preliminary yang harus dimenangkan untuk tiket ke grand final. Tapi tetap saja saya punya feeling bagus. Kami bisa bermain sepakbola yang sangat baik. Saya berharap untuk mencapai grand final dan memenangkannya, supaya bisa lolos ke Liga Champions Asia. Hasil akhir adalah penting.
I really have a good feeling about this season. I think we can make the grand final. I know still have a second leg match at home against Central Coast, then if we keep our 2-0 victory, we have the preliminary final before the grand final. But still, I have a good feeling. We can play very good football. I hope we can make the grand final and win it, then we qualify for the Asian Champions League. The final result is important.
GOAL.com: Kapan waktu terbaik bagi Anda untuk berkunjung ke Indonesia lagi?
When will be the best time for you to come to Indonesia?
SERGIO: Saya selalu ingin berkunjung ke Indonesia untuk berlibur, tapi sekarang pacar saya sedang hamil. Hari ini kami membahas kemungkinan untuk liburan di Bali. Kami harus menunggu hingga Mei. Saya benar-benar ingin ke sana. Saya harus mengulangi lagi, kami memiliki ikatan yang kuat di Indonesia. Terakhir saya ke sana, saya bisa mengatakan kepada Anda, bahwa saya benar-benar menangis, karena saya memiliki perasaan bahwa tempat saya harus di Indonesia. Saya tidak ingin pulang lagi.
I would always like to go there for holiday but now my girlfriend is pregnant. Today we talked about going to Bali for a holiday. We will have to wait until May. I really want to go there. I repeat that we have a strong bond in Indonesia. The last time I went there, I can tell you that I really cried, because I have this feeling that Indonesia is where I need to be. I didn't want to go home anymore.
[Pada saat ini, GOAL.com menjelaskan kampanye yang sedang digalakkan supaya PSSI segera mendatangkan Irfan Bachdim dan Sergio ke timnas Indonesia.
Here, GOAL.com explained to Sergio about its ongoing campaign for the Indonesian FA to bring Irfan Bachdim and Sergio to the Indonesian national team.]
SERGIO: Ya, saya juga membaca tentang Irfan di situs Anda. Berita itu membuat saya lebih senang lagi, karena saya ternyata tidak sendirian. Sekarang kami mendapatkan perhatian yang lebih banyak. Intinya, saya punya ikatan kuat dengan Indonesia dan saya benar-benar bertekad untuk membantu sepakbola Indonesia. Mungkin, ada lebih banyak lagi pemain-pemain Indonesia di luar negeri yang bisa bergabung, dan mereka tertarik. Mudah-mudahan Indonesia bisa memperluas koneksinya dengan Eropa. Siapa tahu bisa berhasil. Saya merasa sangat positif terhadap hal ini.
Yeah, I also read about Irfan on your website. That makes me even happier, because I know that I'm not alone. Now there seems to be more attention on us. The main thing is, I have a bond with Indonesia and I want to help with Indonesian football. Maybe more Indonesian players abroad can join, and are now interested to join the Indonesian football team. Hopefully Indonesia can get more connections with Europe. You never know how it goes. I'm feeling really positive about it.
GOAL.com: Apakah Anda bisa menyampaikan pesan khusus untuk para pembaca GOAL.com Indonesia?
Can you say something to GOAL.com readers in Indonesia?
SERGIO: Saya mengharapkan yang terbaik. Mohon pembaca tetap yakin dengan sepakbola Indonesia, karena bisa terus berkembang. Saya berharap sepakbola Indonesia bisa semakin besar. Jika orang-orang tetap percaya diri, saya pikir semuanya akan baik-baik saja dan Indonesia akan tumbuh besar.
I really hope for the best. Just keep faith in Indonesian football because I think it can grow. I hope it gets bigger and bigger. If people keep their confidence, I think everything will be alright and Indonesia can become bigger.
*Bima Prameswara Said, GOAL.com Indonesia













Waduh panjang banget pak postingannyaa... jadi pegel neh ngebacanya, salam dari pernikahan adat Indonesia
saya kira memasukkan pemain keturunan indonesia dengan kualitas eropa penting juga selain untuk meningkatakan level Indonesia juga bisa meningkatkan level pemain2 lain untuk dapat bermain selevel dengan mereka"pemain keturunan", toh mereka juga warga indonesia dan mempunyai sejarah yang kuat dengan indonesia..