Posted by Agasax | Posted in PPSM Sakti | Posted on Rabu, Februari 17, 2010
Pengurus PPSM Sakti Magelang mempertahankan Yusak Sutanto sebagai pelatih kepala meskipun mendapat kecaman dari suporter "Simo Lodro".
"Kalah dan menang tidak semata-mata karena pelatih tetapi juga beberapa faktor lain, apa yang disampikan suporter sebagai pendorong pelatih dan pemain untuk bekerja lebih keras lagi," kata Ketua Harian PPSM Sakti, Sureni Adi, di Magelang, Rabu.
Suporter "Simo Lodro" pada Selasa (16/2) memasang sejumlah spanduk di Stadion Abu Bakrin Kota Magelang yang menjadi markas PPSM. Spanduk itu intinya bertuliskan kekecewaan mereka kepada pelatih karena PPSM sebagian besar kalah dalam pertandingan tandang.
PPSM hanya meraih satu angka dari tujuh kali laga tandang selama Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia. Pada Rabu (17/2), sejumlah spanduk tersebut sudah tidak terpampang di stadion itu.
Ia mengatakan, semua kalangan masyarakat setempat tentu ingin PPSM selalu meraih kemenangan pada setiap pertandingan baik di kandang sendiri maupun di kandang lawan.
"Namun kami tidak bisa memaksakan harus selalu menang, karena kalah atau menang itu tidak hanya dipengaruhi faktor teknis tetapi juga nonteknis. Kiranya suporter bisa memahami hal ini," katanya.
Yusak menyatakan enggan berkomentar tentang kecaman suporter terhadap dirinya.
"Saya berpikir positif saja. Itu memacu kami untuk berbuat lebih baik lagi bagi PPSM," katanya.
Hingga saat ini, katanya, tim pelatih bersama para pemain berkonsentrasi menghadapi tiga pertandingan di kandang sendiri masing-masing melawan Deltras (19/2), Mitra Kukar (23/2), dan PSIS (4/3).
Dua kali pertandingan pada putaran kedua kompetisi di kandang lawan yang telah dijalani PPSM adalah melawan Persis Solo dengan hasil imbang 1-1 (10/2) dan Persikab Kabupaten Bandung kalah 0-2 (13/2).
"Kalau selama ini kami bertahan dengan pola 4-4-2, kini kami coba pola baru 3-5-2," katanya. x
www.antarajateng.com
"Kalah dan menang tidak semata-mata karena pelatih tetapi juga beberapa faktor lain, apa yang disampikan suporter sebagai pendorong pelatih dan pemain untuk bekerja lebih keras lagi," kata Ketua Harian PPSM Sakti, Sureni Adi, di Magelang, Rabu.
Suporter "Simo Lodro" pada Selasa (16/2) memasang sejumlah spanduk di Stadion Abu Bakrin Kota Magelang yang menjadi markas PPSM. Spanduk itu intinya bertuliskan kekecewaan mereka kepada pelatih karena PPSM sebagian besar kalah dalam pertandingan tandang.
PPSM hanya meraih satu angka dari tujuh kali laga tandang selama Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia. Pada Rabu (17/2), sejumlah spanduk tersebut sudah tidak terpampang di stadion itu.
Ia mengatakan, semua kalangan masyarakat setempat tentu ingin PPSM selalu meraih kemenangan pada setiap pertandingan baik di kandang sendiri maupun di kandang lawan.
"Namun kami tidak bisa memaksakan harus selalu menang, karena kalah atau menang itu tidak hanya dipengaruhi faktor teknis tetapi juga nonteknis. Kiranya suporter bisa memahami hal ini," katanya.
Yusak menyatakan enggan berkomentar tentang kecaman suporter terhadap dirinya.
"Saya berpikir positif saja. Itu memacu kami untuk berbuat lebih baik lagi bagi PPSM," katanya.
Hingga saat ini, katanya, tim pelatih bersama para pemain berkonsentrasi menghadapi tiga pertandingan di kandang sendiri masing-masing melawan Deltras (19/2), Mitra Kukar (23/2), dan PSIS (4/3).
Dua kali pertandingan pada putaran kedua kompetisi di kandang lawan yang telah dijalani PPSM adalah melawan Persis Solo dengan hasil imbang 1-1 (10/2) dan Persikab Kabupaten Bandung kalah 0-2 (13/2).
"Kalau selama ini kami bertahan dengan pola 4-4-2, kini kami coba pola baru 3-5-2," katanya. x
www.antarajateng.com













sbar aja simo lodro mania??kita tunggu saja hasil yg dibrikan pelatih yusack???yg penting kita harus mendukung setiap langkah tuk ppsm & simo lodro?