Posted by Agasax | Posted in Simo Lodro | Posted on Selasa, November 10, 2009
Wadah suporter PPSM SAKTI MAGELANG `SIMO LODRO` kecewa tidak dilibatkan dalam `tim sembilan`untuk menentukan pelatih kesebelasan kebanggaan warga Magelang tersebut.Padahal,pada tahun-tahun sebelumnya saat`macan tidar`julukan PPSM Sakti masih di Divisi 2 dan 1 pihaknya selalu dilibatkan.
Presiden simo ludro Samsuri kepada KR,Rabu(12/8),mengaku kecewa dengan pengurus PPSM Sakti yang tidak melibatkan suporter dalam tim tersebut.Berkaca dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya,seharusnya ada perwakilan kami yang dilibatkan.Paling tidak,kami diberitahu hasil ataukeputusan rapat terutama dalam menentukan pelatih.Sekarang ini,kayaknya kami ditinggal.Padahal tidak sedikit peran kami dalam mendukung PPSM Sakti hingga bisa masuk ke Divisi utama tahun ini tandasnya.
Pengurus PPSM Sakti,diharapkan juga melihat dinamika kompetitor lain dimana saat menentukan pelatih, suporter selalu dilibatkan.PSS Sleman misalnya, untuk menentukan Yance Metmey sebagai pelatihnya tahun ini melibatkan perwakilan suporter.Hal inijuga dilakukan di tim-tim lain.Dengan begitu, jika ada apa-apa kedepan suporter bisa ikut bertanggung jawab, jelasnya.
Karena sudah terlanjur, pihaknya hanya bisa berharap, agar penguus bisa memilih pelatih yang bagus dan dapat membawa PPSM Sakti lebih bagus lagi.Jangan pilih pelatih yang akan membawa PPSM Sakti di papan bawah.Apalagi sampai degradasi ke Divisi 1 lagi.Terpenting uang jangan jadi acuan.Karena belum tentu pelatih mahal pasti bagus.Bisa saja, murah tapi bagus,tegasnya.
Ditambahkan Agung, ketua Laskar`Gasax`Korwil Salaman bahwa pihaknya juga sangat kecewa kenapa suporter tidak dilibatkan dalam menentukan pelatih PPSM mendatang.Sejak pembentukan tim sembilan, kami tidak diajak berembug.Seolah-olah, mereka(pengurus)sudah melupakan kami, imbunhnya.
Krena itu, pihaknya siap melakukan apa saja jika pelatih yang terpilih gagal.`Paling-paling kami akan demo`.Manajemen dan pengurus juga akan kami tuntut pertanggungjawabanya`,ujarnya.
Sementara Ketua PPSM Sakti Tri Djoko Minto Nugroho saat dimintai konfirmasinya mengatakan, keputusan mengajak atau tidak dari suporter itu ada di rapat pleno. Kebetulan saat rapat pleno membentuk`tim sembilan`kemarin, tidak ada yang mengajak.
Apalagi, dalam aturan PSSI hal itu juga tidak tertulis. Namun demikian, pihaknya menolak jika dikatakan telah melupakan dan meninggalkan suporter.`tidak benar itu. Kami tetap menghargai mereka. Mereka adalah partner kami,`tangkisnya`(Suara Merdeka)
Presiden simo ludro Samsuri kepada KR,Rabu(12/8),mengaku kecewa dengan pengurus PPSM Sakti yang tidak melibatkan suporter dalam tim tersebut.Berkaca dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya,seharusnya ada perwakilan kami yang dilibatkan.Paling tidak,kami diberitahu hasil ataukeputusan rapat terutama dalam menentukan pelatih.Sekarang ini,kayaknya kami ditinggal.Padahal tidak sedikit peran kami dalam mendukung PPSM Sakti hingga bisa masuk ke Divisi utama tahun ini tandasnya.
Pengurus PPSM Sakti,diharapkan juga melihat dinamika kompetitor lain dimana saat menentukan pelatih, suporter selalu dilibatkan.PSS Sleman misalnya, untuk menentukan Yance Metmey sebagai pelatihnya tahun ini melibatkan perwakilan suporter.Hal inijuga dilakukan di tim-tim lain.Dengan begitu, jika ada apa-apa kedepan suporter bisa ikut bertanggung jawab, jelasnya.
Karena sudah terlanjur, pihaknya hanya bisa berharap, agar penguus bisa memilih pelatih yang bagus dan dapat membawa PPSM Sakti lebih bagus lagi.Jangan pilih pelatih yang akan membawa PPSM Sakti di papan bawah.Apalagi sampai degradasi ke Divisi 1 lagi.Terpenting uang jangan jadi acuan.Karena belum tentu pelatih mahal pasti bagus.Bisa saja, murah tapi bagus,tegasnya.
Ditambahkan Agung, ketua Laskar`Gasax`Korwil Salaman bahwa pihaknya juga sangat kecewa kenapa suporter tidak dilibatkan dalam menentukan pelatih PPSM mendatang.Sejak pembentukan tim sembilan, kami tidak diajak berembug.Seolah-olah, mereka(pengurus)sudah melupakan kami, imbunhnya.
Krena itu, pihaknya siap melakukan apa saja jika pelatih yang terpilih gagal.`Paling-paling kami akan demo`.Manajemen dan pengurus juga akan kami tuntut pertanggungjawabanya`,ujarnya.
Sementara Ketua PPSM Sakti Tri Djoko Minto Nugroho saat dimintai konfirmasinya mengatakan, keputusan mengajak atau tidak dari suporter itu ada di rapat pleno. Kebetulan saat rapat pleno membentuk`tim sembilan`kemarin, tidak ada yang mengajak.
Apalagi, dalam aturan PSSI hal itu juga tidak tertulis. Namun demikian, pihaknya menolak jika dikatakan telah melupakan dan meninggalkan suporter.`tidak benar itu. Kami tetap menghargai mereka. Mereka adalah partner kami,`tangkisnya`(Suara Merdeka)













Comments (0)
Posting Komentar
SILAHKAN TINGGALKAN PESAN